Thursday, October 11, 2012

Persaingan Teknologi 2012


Perkembangan teknologi dari masa ke masa semakin pesat saja. Tak heran jika banyak para produsen bersaing untuk menawarkan produk teknologi yang mereka buat untuk dinikmati para user yang sedang haus akan kecanggihan dari dampak teknologi tersebut. Berikut adalah teknologi yang sedang bertarung sengit untuk menjadi yang terbaik :

1. iPad vs Kindle Fire


Genap dua tahun iPad berada di pasaran dan menjadi tablet yang cukup popular di kalangan penggemar Apple. Statistik penjualan Apple menunjukkan angka 40 juta unit sejak dikormersialkan bermula April 2010. Para pesaing Apple sedang bekerja lebih keras menambah baikkan pelbagai aplikasi untuk  tablet keluaran mereka namun demikian iPad tetap unggul.
Hingga Oktober tahun ini, Amazon dengan berani meluncurkan Kindle Fire, sebuah tablet berkapasiti 8GB, dan lebih difokuskan untuk menjelajahi e-books di dunia maya. Harganya? cuma $199!
Kindle Fire akan mula dipasarkan ke pelbagai negara mulai 15 November 2011 dan dijangka mampu mengatasi iPad dari segi angka penjualan dan populariti walaupun spesifikasinya jelas berbeda.

2. Tablet vs Laptop


Ramai yang menyebut sekarang adalah masa “post-PC”, artinya kita tidak lagi berinteraksi terpaku di depan sebuah monitor dan CPU yang terpisah, melainkan menjinjing laptop. Tapi, ibarat seumur jagung, booming laptop agaknya mulai beralih dengan munculnya tablet PC. Mungkinkah laptop akan bakal dipinggirkan oleh kehadiran peranti yang lebih praktikal dan multifungsi? Hasil perincian International Data Group menyatakan penjualan laptop tahun 2012 masih  stabil, bahkan mengalami kenaikan sedikit sekitar 11%.

3. Keyboard vs Voice Controls


Hampir 150 tahun yang lalu, dunia modern hanya mengenal mesin ketik. Ianya kemudian digantikan dengan era komputer, peranannya digantikan oleh keyboard sebagai input device ke PC. Dan, katakanlah ada puluhan vendor menjadi pemain di segmen peripheral ini. Lantas bagaimana ketika Google dan Apple memperkenalkan sistem input berasaskan perintah suara (voice-based)?
Kini para pengguna Android berkenalan dengan Voice Actions sementara pemilik iPhone 4S dengar-dengar semakin “mesra” dengan Siri.
Bukan hanya di platform device, Google juga sedang giat untuk mengintegrasikan Voice Action pada aplikasi browser mereka: Google Chrome. Harus diakui, teknologi ini belum sepenuhnya sempurna (dan mungkin juga kita sebagai pengguna belum terbiasa. Walau bagaimanapun, teknologi perintah suara sudah semakin meningkat naik.

4. Spotify vs iTunes


Bagi sesetengah orang, musik telah menjadi sebagian penting dari kehidupan. Apple iTunes telah merevolusi industri musik bermula pada tahun 2003 dengan menyediakan lagu-lagu yang boleh didownload dengan harga yang sangat berpatutan.
Di internet kita memang terbiasa mencari dan mendownload lagu-lagu yang diinginkan (melalui mediashare,4shared,kohit.net dll). Spotify (dan sejumlah portal layanan music subscription) mulai menggugat kedudukan iTunes dengan memberi akses ke “gudang” atau perpustakaan lagu, yang tidak perlu dibeli atau dimiliki, kerana pengguna cuma memerlukan koneksi untuk streaming. Jadi, konsepnya mungkin lebih memudahkan kedua pihak; antara pengguna yang ingin mendengarkan lagu tersebut dan penyedia layanan memberikan akses, sekaligus meraih user tentunya.
Spotify mendakwa bahwa pada masa ini telah diakses lebih dari 10 juta ID user aktif, dimana 2 juta ID di antaranya memilih opsi berlangganan. Dari layanan subscribe (berlangganan) inilah Spotify berharap terus meraih pendapatan.

5. BlackBerry vs iOS, Android, dan Windows Phone 7


Pada awal tahun 2010, BlackBerry keluaran Research In Motion (RIM) menjadi telefon pintar (smartphone) paling popular di kawasan Amerika Syarikat (AS) terutama bagian Amerika Utara (NA). Dikatakan Blackberry juga sangat popular untuk di kalangan penggoda internet (hackers) hingga banyak negara yang mengharamkan penggunaannya. Mungkin berubah selepas ini, RIM seakan-akan tidak terdaya menghadapi besarnya “bayang-bayang” pelbagai operating system lain di platform mobile : iOS (Apple), Android (Google) dan yang terbaru Windows 7 (Microsoft). RIM tidak mengalah lantas menambah baikkan operating system menjadi BBXOS.
Pada acara tahunan Blackberry di bulan Oktober lalu, para engineer RIM membocorkan kemungkinan penggunaan Android pada smartphone mereka. RIM yang berjaya sebagai perintis smartphone kini dalam posisi tersepit oleh 3 OS lainnya. Lebih menambahkan kesengsaraan RIM, Linux bakal muncul dengan smartphone mereka pada tahun 2014.

6. Flash vs HTML 5


Adobe Flash sebagai platform pemutar video di internet kemungkinan bakal tergantikan oleh HTML 5. Bermula daripada Apple menggunakan adobe flash bagi setiap produk device iOS. Langkah serupa juga diikuti Microsoft, yang menghilangkan Flash plug-ins pada browser terbaru mereka iaitu IE 10, yang disediakan untuk Windows 8.

7. HDD vs SSD



Solid-state drives (SSD) semakin jadi pilihan pengguna untuk penyimpanan data (storage) di mobile device, juga laptop. Ukurannya yang mini dengan kapasiti luar biasa serta sangat ringan, membolehkan Intel Ultrabook dan Apple MacBook Air terlihat sangat tipis. Juga terbaru labtop Asus serta Acer S3 tidak ketinggalan untuk turut serta. Sistem booting SSD berjalan cepat kerana tidak mempengaruhi komponen moving parts, yang diyakini membuatnya lebih hebat dibanding HDD.

8. Flickr vs Instagram


Berapa ramai di antara kita yang sudah memuat naik (upload) foto melalui Flickr? Halaman web ini cukup ramah bagi para pengguna dan jaringannya pun didukung sistem yang komprehensif hingga tidak menghairankan jumlah penggunanya sudah mencapai 51 juta akaun ID. Di sisi lain, para pengguna iPhone baru saja “berbulan madu” dengan kamera pada iPhone4 yang dilengkapi aplikasi share melalui Instagram.
Sebagai perbandingan, Instagram meraih 9 juta pengguna dalam waktu sepuluh bulan (dan lebih dari 150 juta foto diupload), sementara Flickr selama 2 tahun baru mencapai 100 juta file foto. Bukan hanya itu, pengelola Flickr tambah semakin cemas kerana pengguna setia mereka, Yahoo, juga hendak bercasang untuk meluncurkan aplikasi berasaskan Android untuk menyaingi Instagram.

9. Facebook vs Google+


Friendster sudah semakin terlupakan dan muncul sang Facebook yang meledak dalam masa yang cukup singkat menjadi platform bagi game-game browser selain fungsinya sebagai laman web sosial. Tak ada hujan, tak ada badai, tiba-tiba Google berinisiatif menciptakan platform jejaring sosial bernama Google+. Lawan yang cukup ampuh bagi Facebook ketika ini.
Mampukah Google+ menggoyahkan kemampanan Facebook yang menyentuh angka 800 juta pengguna di seluruh dunia (dengan jumlah terbesar di negara-negara maju seperti AS, UK dan Eropa)?

10. Mobile Web vs Traditional Web


Internet Data Centre (IDC) menyatakan dalam kajian mereka bahawa pada tahun 2015 mendatang majoriti warga AS akan mengakses internet melalui mobile device berbanding PC.
Ya, lupakan monitor, mouse,keybord dan CPU. Pada masa depan, applikasi smartphone (dan tentunya juga tablet) akan semakin ideal mengupdate content website dari internet.
Penggunaan internet bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan satu keperluan yang tidak kurang pentingnya dalam hidup. Pola hidup manusia akan berubah pastinya dengan pengguna mobile device semakin ramai dari hari ke hari dengan harga yang sangat murah dan mampu dimiliki.



Sumber :

0 komentar:

Post a Comment